Ia injak puntung rokok lalu berjalan menuju hutan. Pada tetumbuhan, ia menunduk. Pada hehewanan, ia abai. Sebelum matahari terbenam utuh, ia henti di persimpangan.
Ia bakar rokok kedua, duduk di antara kiri dan kanan, menatap lurus jalan ketiga. Pada angin ia berkabar, elang baru saja menitipkan mata. Matanya, melihat api. Membakar segala.
0 comments:
Post a Comment