Friday, 19 January 2018

PEJALAN

Ia injak puntung rokok lalu berjalan menuju hutan. Pada tetumbuhan, ia menunduk. Pada hehewanan, ia abai. Sebelum matahari terbenam utuh, ia henti di persimpangan. 

Ia bakar rokok kedua, duduk di antara kiri dan kanan, menatap lurus jalan ketiga. Pada angin ia berkabar, elang baru saja menitipkan mata. Matanya, melihat api. Membakar segala. 

Dibakarnya lagi rokok ketiga. Api tak juga padam. Sedang udara telah kembali ke utara. Ia tidur di persimpangan.
Share:

0 comments:

Post a Comment