Lewat menulis ku temukan cara berkomunikasi baru denganmu. Meskipun
satu arah, setidaknya ku tahu kau membacanya. Apapun yang tiba-tiba terlintas
tentangmu sebisa mungkin ku tulis. Terkadang semua mengalir begitu mudahnya.
Tak jarang ku butuh sekitar dua jam-an hanya untuk beberapa paragraph.
Kau tahu kenapa judulnya DEBAR? Karena dadaku benar berdebar saat menulis
semuanya. Bahkan, beberapa waktu setelahnya. Kau yang hanya protagonis
minimalis tiba-tiba menghilangkan kata hanya. Kau tidak sekedar hanya. Kau kini
tokoh utama.
Lalu, saat membaca tulisan ini kau akan bertanya, semua peristiwa di
dalam cerita adalah fakta? Tentu saja. Bedanya beberapa ku samarkan, beberapa
ku runut tak beraturan. Kini, kau bertanya mengapa? Entahlah. Tiba-tiba saja.
Tiba-tiba saja begitu mudah mengingat segala tentangmu. Tiba-tiba saja aku jadi
penggemar beratmu. Kau bertanya sampai kapan? Aku jawab sampai sutradara itu
berhenti memberiku segala kemungkinan-kemungkinan.

0 comments:
Post a Comment