Monday, 8 January 2018

DEBAR (7)










Lewat menulis ku temukan cara berkomunikasi baru denganmu. Meskipun satu arah, setidaknya ku tahu kau membacanya. Apapun yang tiba-tiba terlintas tentangmu sebisa mungkin ku tulis. Terkadang semua mengalir begitu mudahnya. Tak jarang ku butuh sekitar dua jam-an hanya untuk beberapa paragraph. 

Kau tahu kenapa judulnya DEBAR?  Karena dadaku benar berdebar saat menulis semuanya. Bahkan, beberapa waktu setelahnya. Kau yang hanya protagonis minimalis tiba-tiba menghilangkan kata hanya. Kau tidak sekedar hanya. Kau kini tokoh utama. 

Lalu, saat membaca tulisan ini kau akan bertanya, semua peristiwa di dalam cerita adalah fakta? Tentu saja. Bedanya beberapa ku samarkan, beberapa ku runut tak beraturan. Kini, kau bertanya mengapa? Entahlah. Tiba-tiba saja. Tiba-tiba saja begitu mudah mengingat segala tentangmu. Tiba-tiba saja aku jadi penggemar beratmu. Kau bertanya sampai kapan? Aku jawab sampai sutradara itu berhenti memberiku segala kemungkinan-kemungkinan.


Share:

0 comments:

Post a Comment