Monday, 8 January 2018

DEBAR (6)







Kupandangnya langit yang cerah siang itu
Biru menggantung seutuhnya
Awan-awan bermain dengan putihnya

Lalu langit menyorotmu sebagai pembenci
Ia alirkan air yang melewati keningmu
Lalu singgah di pipimu
Yang bermain dengan detak jantung
Yang bermain dengan hasrat tangan kepada pipi

Kutulis ulang puisi itu di belakang photomu yang baru saja kuabadikan.. Kau bersama gadis-gadis pendengar. Aku sendiri di balik pintu.

kau adalah kolam.
yang menampung hujan dengan bahagianya yang sementara.

Kututup buku catatanku dengan tanda titik tiga.



Share:

0 comments:

Post a Comment