Friday, 13 July 2018

TEMAN BERBICARA (2)



Teman berbicara. Aku percaya, menghabiskan waktu untuk berbicara bisa menghasilkan banyak hal. Kita bisa saling mengenal lebih jauh dari dialog santai di siang terik. Atau berbagi masa lalu di malam dingin. Tak masalah, membuka hati menurutku adalah siap berbagi masa lalu, menjalani hari ini dan berkomitmen untuk masa depan. 



Kupikir, pernyataan tentang teman berbicaraku sedikit berubah. Semakin lama hidup daya tangkap lensa mataku ternyata semakin luas. Tidak hanya persoalan romantika melulu, atau kata Cholil dalam lagunya bersama Efek Rumah Kaca, Lagu cinta melulu Kita memang benar-benar melayu Suka mendayu-dayu. Kebutuhan mendapatkan teman berbicaraku sudah memasuki fase sangat butuh. Aku mulai gerah dengan Ha-Ha berkepanjangan. Memangnya hidup hanya satu scene drama komedi? Kapan menyalurkan pandangan tentang buku yang habis kau baca? Tentang kecenderungan bermain game online? Tentang sindrom menjadi bintang di kalangan remaja yang menghalalkan segala cara termasuk menjadi bodoh dan jelek - sejeleknya? Kita semua tahu, tak semuanya "klop" untuk membahas hal seperti itu. 

Teman di media sosial mungkin ribuan. Teman di dunia nyata bisa saja ratusan. Tapi, seberapa banyak yang mampu memberi kehangatan berbicara hingga lupa waktu dan mengabaikan suara "teng" notifikasi gadget? Pasti berbeda-beda, malangnya, aku hanya punya 1 disini. Sebagai manusia yang senang berkelompok, angka 1 mutlak hanya milik Tuhan semata. Artinya, aku masih butuh. Dan kesepian bisa jadi sudah memelukku erat, jika yang kita maksud sama. Bisa jadi, aku sudah terlalu cepat lansia. Mati membusuk bersama rasa bosan dan kesepian seperti banyak lansia di Jepang.

Meminjam lirik lagu BMTH berjudul Drown

Who will fix me now?
Dive in when i'm down?
Save me from my self.
Don't let me drown.

Share:

Tuesday, 10 July 2018

DIMANA REALITA?



di ruang berpendingin udara
beterbangan tanya
kemana adu mata
siapa yang meredam suara?

bahasa tanpa suara
siapa yang kan memakna? 
di ruang berpendingin udara
siapa yang menghapus tanya?

katanya ini yang dinamakan melipat jarak
meletakkan jauh pada tempat yang disebut dekat

ku tak rela
hanya  berkomunikasi satu arah
siapa disana? 
dimana realita?
Share: