Wednesday, 23 August 2017

Titik Beku



Kaligrafi emas, Allah-Muhammad. Potret berlima setahun yang lalu. Bapak menegur, mengingatkan makanan dan kopi sachetan kesukaannya. Scaller dan Sound from the corner ke 21. Langit yang mendung dan Merah Putih yang berkibar malu. Hm, pengangguran berat yang punya banyak waktu. 

Mendadak Sapardi Djoko Pamono. Pingkan-Sarwono kali kedua. Novel sastra, Cinta. Nostalgia. Kwatrin kemarin memang tentangnya. 

ada riak di kolam ingatan
juga mendung, bukan hujan
sebentar lagi
sebentar lagi, cecilia.


Cukup lama tak menulis hal-hal "Cengeng" seperti ini. Zaman telah menggeser segalanya. Tak hanya ketergantungan terhadap media sosial, sang penyair bahkan sudah terlalu cengeng. Alay kata mereka. Hm, merekaaaa.


kolam ingatan masihlah riak
hanya saja kali ini cerah
cecilia dan gramed
jeans biru dan buku-buku



Waktu selalu bisa di tarik kembali. Kedatanganmu di toko buku. Tatapanku di sela-sela rak buku. Saat kau bercerita ini itu. Aku mendengar ini itu. Tatapan yang sudah lama kau tundukkan. Enggan bersuara, malu menyapa. Beku. Titik beku.


 Jadul. Menulis hal-hal cengeng. Memanggil kembali waktu.



Share: