Wednesday, 26 May 2021

Patah Hati Dengan Sengaja

Selalu ada orang yang menghabiskan siang hari di sudut coffee shop sambil menulis segala hal yang terlintas di kepala. Menghisap sebatang rokok dan meminum es kopinya. 

Selalu ada orang yang berkendara di sore hari. Merasakan angin yang memeluk tubuhnya dan lelagu yang tiba-tiba muncul di kepalanya. 

Selalu ada orang yang terjaga hingga dini hari. Terduduk di sudut kamar dan memandang bias cahaya bulan yang menyelinap di kamarnya.

Selalu ada orang yang mendengarkan lagu patah hati berbahasa asing yang tak sepenuhnya ia mengerti. Memandang sekitar entah dengan maksud apa. Dan mulai merasakan tangannya berkeringat karena sesuatu yang bergejolak di dadanya.

Selalu ada orang yang menikmati nafas beratnya. Memainkan asal gitarnya dan tanpa sadar ada bulir air yang menguap di sudut matanya.

Selalu ada orang yang jatuh cinta dengan orang yang tak bisa dimilikinya. Memilih menikmati segala yang ia rasa hingga akhirnya patah hati. Patah hati dengan sengaja.

 

Share:

Tuesday, 25 May 2021

Berkepala Dua Mencoba Menerka Maksud Tuhan

Mari mencoba menerka maksud Tuhan. Seberapa banyak hal yang terjadi diluar perencanaan kita? Tak usah terlalu jauh. Seberapa puas kita dengan terlahir dari rahim ibu? Seberapa puas kita memiliki ayah? Adakah mereka dua orang kaya raya hingga terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga kita kekurangan kasih sayang? Adakah mereka dua orang miskin yang membuat kita bekerja terlalu dini? Adakah mereka dua orang pas-pasan yang membuat kita cukup sering bertemu dan bercengkerama? Atau pengandaian lain yang justru kontra hingga kita sudah puas dengan kehidupan saat ini? Hey, kalimat panjang di atas bukanlah sesuatu yang bisa direncanakan.

Baiklah, mari sedikit serius. Apakah saat ini kita sudah bekerja sesuai dengan perencanaan di masa kuliah dulu? Bagiku, tidak. Bisa dibilang masa kuliahku di habiskan dengan memikirkan seberapa jauh rencana hobi bermusikku bisa berjalan. Andai tanpa bantuan gadis-gadis yang entah bagaimana kami bisa akrab mungkin ada begitu banyak mata kuliah yang harus ku ulang di semester selanjutnya. Rencanaku dulu adalah bergantung di bawah ketiak tanteku yang bekerja sudah sangat lama di sebuah instansi. Tapi lucunya, selepas kuliah, entah bagaimana pekerjaan pertama yang bisa mengisi kolom curriculum vitae ku bisa ku dapatkan dari grup angkatan jurusan. Disusul hubungan pertemanan dengan personil band yang naik turun membuatku seolah melepaskan hobi yang selalu ku utamakan untuk mendapatkan pekerjaan kedua ku. Tentunya, sekali lagi diluar perencanaan. Penempatan di Gorontalo Utara yang begitu jauh bersama seorang teman dekat justru berubah jadi pekerjaan di Sinjai dan kami pun berpisah. 

Lalu, mari membahas persoalan yang sangat asyik dibicarakan kaum berkepala dua. Siapakah jodoh kita nanti? Kekasih yang sudah dipacari bertahun-tahun? Doi yang bahkan tak memiliki status semu sebagai pacar? Atau bahkan keluarga dekat yang berujung perjodohan? Bagiku, pertanyaan ini adalah tanda tanya terbesar setelah kematian. Baru beberepa bulan lalu aku memimpikan wanita yang sama selama 5 malam berturut-turut. Padahal dia adalah kisah lama 5 tahun lalu. Adapula gadis yang akan selamanya teringat setelah lagu yang ku buat di EP justru menjadi lagu terfavorit ketika kubawakan live. Padahal, doi adalah kisah 3 tahun lalu. Selanjutnya? Ada seorang wanita yang komunikasi kami bahkan sangat jarang tapi masuk lingkaran dan bisa dibilang akan mau jika ku persunting tahun ini. Tapi, hei! Masih begitu banyak hal yang harus ku lakukan sebelum menuju jenjang suci itu. Dan tentu saja, ketiga sosok yang ku sebutkan tak pernah ku pacari. Status semu seperti itu adalah hal terakhir yang ku tutup bersama sejarah kelam masa sekolahku. 

Nah, mari kembali ke kalimat pertama tulisan ini. Mari mencoba menerka maksud Tuhan. Seberapa nyaman kita dengan pilihan Tuhan akan pekerjaan kita saat ini? Adakah pekerjaan saat ini memberi kita sesuatu yang baru dan melepas jubah kekanak-kanakan kita untuk bisa lebih beradaptasi dengan lingkungan baru? Adakah pembahasan paling asyik di kalangan kaum berkepala dua sudah memiliki titik temu? Adakah kekasih yang sudah kalian pacari bertahun-tahun sudah bertemu ke dua orang tua kalian dan ingin mempersunting beberapa tahun kemudian? Atau justru belum move on dan membiarkan waktu menjawabnya? Eh, jodoh di tangan keluarga mungkin?


Share:

Sunday, 2 May 2021

Belajar Hidup dari Seekor Kucing




Ini adalah kunjungan pertama di tahun ini. Kunjungan pertama di tempat yang jadi pelarian ketika ingin menulis kisah-kisah patah hati 3 tahun silam. Tempat yang jadi saksi bisu betapa nikmatnya patah hati diisi tulisan, kopi dan musik yang langsung ku jejalkan di kepala via earphone. 

Tempatnya sudah berubah. Susunan kursi dan cat dinding yang sepenuhnya putih memberi kesan berbeda. Kucing yang berbaring acuh di atas kursi di depanku menarik perhatian. Apa yang dirasakan seekor kucing ketika dia sedang tertidur tapi manusia di sekitarnya bercerita dengan suara keras? Apakah kucing berdaptasi demi bisa hidup di sebuah coffeeshop dan mendapatkan sisa makanan dengan merelakan telinganya dijejalkan suara-suara bising terus menerus?

Adaptasi, adaptasi. Sepertinya aku sebagai manusia justru gagal beradaptasi  dengan lingkungan baruku 2 bulan belakangan. Tinggal serumah dengan 3 orang wanita ternyata tidak selamanya mudah dengan asumsi ada yang mengurus makanan. Tinggal serumah dengan 3 wanita rupanya memiliki arti lain dimana hal-hal yang biasanya bukanlah masalah ketika sendiri justru bisa berubah menjadi masalah di mata wanita. Tidur pagi, memutar musik terlalu keras, keluar tiap malam bahkan ketika baru mulai bercerita lalu di potong dengan alasan terlalu banyak bicara benar-benar menjengkelkan dan mengoyak perasaan ku. 

Di saat tertentu, sempat terpikir untuk pergi dan memilih tinggal sendiri tetapi seperti kucing yang mencoba beradaptasi demi mendapatkan makanan dan merelakan  telinganya dijejalkan suara-suara bising terus menerus, saya juga harus beradaptasi dan merelakan wilayah-wilayah yang sebelumnya milik pribadi direcoki terus-menerus demi mendapatkan tujuan awal yaitu seikat uang untuk berfoya-foya.
Share: