Bagian ke 8 : Tuhan Memang Punya Caranya Sendiri
Baiklah. Terima kasih
sudah mau membantu. Aku pergi dulu yaa. Urusan perut sudah tak bisa di tunda.
Haha
Ok.
….
Tuhan memang punya cara tersendiri.
Seperti hari ini. 6 bulan mencari cara untuk mengenalmu berakhir dengan kau
yang justru mendatangiku. Kita bahkan menghabiskan 1 jam duduk bersama.
Bercerita. Meski baru seputar tugasmu. Dan 1 keluhanku.
Seperti biasa. Rekaman suara tawamu tak
mungkin kulewatkan untuk menambah deretan memori di kepalaku. Juga bau vanilla
yang merebak dari tubuhmu hari ini. Sepertinya kau menggunakan parfum baru. Tapi,
aku suka. Menyenangkan.
Ku harap, bau rokok di tubuhku tak
mengganggumu. Atau tentang keluhanku yang kuharap benar-benar kau mengerti.
Lewat 1 keluhan sebenarnya aku sudah berbagi tentang pribadiku. Aku seorang
pengeluh. Sangat pengeluh. Terlalu banyak hal yang menurutku berjalan tak
semestinya. Tapi, sudahlah. Akan kuceritakan lain kali.
Sepergimu, aku masih disini beberapa
saat. Berdoa kepada Tuhan. Tak penting apa isi atau rapalannya. Hanya berdoa.