Wednesday, 13 February 2019

PETRIKOR (9)


Bagian ke 9 : Tak Biasanya Kau Seperti itu

Tak biasanya kau seperti itu. Akan ada bando atau sengaja diiikat kepang kuda. Tapi tidak hari ini. Matamu yang hitam pekat tak kelihatan. Alismu yang menggantung datar bernasib sama. Bibirmu yang selalu pucat tanpa pelembab terlihat samar-samar. Hidung bangirmu pun begitu. Rambutmu hampir menutupi seluruh wajahmu dengan sempurna.

Tampaknya kau menangis. Terlihat dari cara temanmu mengusap punggungmu. Perihal apa aku tak tahu. Aku hanya memandangmu dari lantai dua gedung fakultas. Aku tak mendekat. Aku merasa pertemanan kita belum pada tahap saling menghibur ketika salah satunya merasa sedih. Aku merasa ada bagian dari diriku yang ikut terluka. Tapi, aku tak bisa apa-apa. Kita hanyalah teman biasa. Biasa.

Aku memilih pergi. Entah apa yang terjadi selanjutnya. Mungkin kau mulai menata dirimu lagi. Menghapus sisa-sisa air mata dan sedihmu. Mungkin kau akan minum air mineral pemberian temanmu yang sebelumnya kau tolak. Atau bisa jadi tangismu berlanjut. Sesenggukan. Meronta-ronta.
Share:

0 comments:

Post a Comment