Thursday, 7 February 2019

PETRIKOR (6)


Bagian ke 6 : Tergantung Yang Membacanya

kurebahkan mimpi
tersebutlah engkau
di kaki-kaki
awal pagi

Aku suka. Kau tahu aku awam.  Baca yang berima sudah pasti suka. 

Haha. Belum tentu. Tidak semua yang mengaku awam suka yang berima. Pasti ada juga yang tak suka. Menurutku, puisi ini bahkan terlalu biasa.

Tapi, aku yang menilai bukan? Kuberi angka 4. 

Sebuah angka yang menggambarkan pertemanan kita masih dalam fase segan. Kau bisa saja memberi nilai 2 jika kita sudah dekat. Angka dari teman yang senang melihat temannya menderita. Haha.

Haha. Bisa kau ceritakan maksud puisimu itu?

Tergantung yang membacanya. Yang religius, bisa mengartikan itu tentang orang yang melaksanakan sholat shubuh dan berdo’a agar semua harapannya dikabulkan Tuhan. Yang kasmaran, bisa saja sedang memimpikan kekasihnya hingga mengigau menyebut namanya. Tergantung.

Benar juga. Semua orang bisa mencitranya berbeda. Pendapatku, itu tentang patah hati. Seorang kekasih yang menyerah memperjuangkan cintanya  tepat setelah menyebut nama kekasihnya. Kurebahkan mimpi ku maknai seperti itu.

Entahlah. Bisa juga seperti itu.

Btw, kamu tahu nomorku darimana?

Rahasia. Haha.
Share:

0 comments:

Post a Comment