Bagian ke 6 : Tergantung Yang Membacanya
kurebahkan mimpi
tersebutlah engkau
di kaki-kaki
awal pagi
tersebutlah engkau
di kaki-kaki
awal pagi
…
Aku suka. Kau tahu aku awam. Baca yang berima sudah pasti suka.
Haha. Belum tentu. Tidak semua yang mengaku awam suka
yang berima. Pasti ada juga yang tak suka. Menurutku, puisi ini bahkan terlalu
biasa.
Tapi, aku yang menilai bukan? Kuberi angka 4.
Sebuah angka yang menggambarkan pertemanan kita masih
dalam fase segan. Kau bisa saja memberi nilai 2 jika kita sudah dekat. Angka
dari teman yang senang melihat temannya menderita. Haha.
Haha. Bisa kau ceritakan maksud puisimu itu?
Tergantung yang membacanya. Yang religius, bisa
mengartikan itu tentang orang yang melaksanakan sholat shubuh dan berdo’a agar
semua harapannya dikabulkan Tuhan. Yang kasmaran, bisa saja sedang memimpikan
kekasihnya hingga mengigau menyebut namanya. Tergantung.
Benar juga. Semua orang bisa mencitranya berbeda.
Pendapatku, itu tentang patah hati. Seorang kekasih yang menyerah
memperjuangkan cintanya tepat setelah
menyebut nama kekasihnya. Kurebahkan mimpi ku maknai seperti itu.
Entahlah. Bisa juga seperti itu.
Btw, kamu tahu nomorku darimana?
Rahasia. Haha.
0 comments:
Post a Comment