Monday, 4 February 2019

PETRIKOR (3)

Bagian Ketiga : Rikuh


Seperti namaku, Rikuh. Dalam situasi tertentu aku adalah pria yang pemalu. Sangat pemalu. Itulah alasan aku selalu tunduk jika dalam sebuah garis kebetulan kita dipaksa berpapasan. Menunggumu lewat tentu berbeda. Karena aku bisa menunduk ketika kau sudah dalam jarak yang cukup dekat.
Seperti yang kau tahu. Aku adalah mahasiswa seni. Aku senang bermain musik. Tapi kuyakin, kau tak tahu tentang kegemaranku membaca novel dan puisi. Atau tentang potongan tubuhmu yang sering ku gambar tak utuh. 

Sudah 6 bulan sejak pertama kali ku tahu namamu. Pun sudah beberapa kali kita berpapasan dan berakhir dengan aku menunduk, kau saling melempar pertanda dengan temanmu. Selain perkenalan yang masih dalam lingkaran ketidakmungkinan, beberapa informasi tentangmu berhasil ku perbarui. Kau yang senang dengan bunga mawar misalnya. Juga buku catatan biru yang selalu kau bawa kemana-mana. Hingga kesukaanmu makan coklat. Tapi, bukankah tak ada wanita yang tak suka coklat?

Entah kapan, tapi rasanya sebentar lagi kita akan diberi kesempatan untuk saling berkenalan.
 
Share:

0 comments:

Post a Comment