Bagian Ke 7 : Tergantung
Kau betah juga
berlama-lama disini.
Kenapa tidak? Katamu.
Aku membosankan mungkin.
Atau kau ada keperluan lain.
Kau tidak membosankan.
Sama sekali tidak. Aku justru merasa kita nyambung.
Hmmm. Aku juga merasa
seperti itu.
Kamu mau cerita sesuatu? Hari
ini aku ingin menjadi pendengar yang baik.
Apa, ya?
Apa saja. Hening. Apa
saja.
Baiklah. Sebenarnya, aku
mau cerita satu hal. Hal yang sangat memuakkan menurutku.
Apa itu?
Bagaimana menjelaskannya?
Aku bingung. Haha.
Jelaskan saja senyaman
dan semampumu.
Hmmm. Aku benci dunia
yang sekarang. Maksudku, dulu, ketika teknologi belum semaju ini, pertengkaran
manusia hanya pada pusaran harta warisan atau rasa malu. Sekarang, lihatlah. Kita
di pertontonkan segala hal buruk yang bukannya menimbulkan efek jerah malah
jadi contoh untuk dilakukan lagi oleh orang lain. Pedofilia misalnya. Istilah
seberat itu takkan terdengar ke desa-desa. Sekarang? Itu baru 1 contoh kecil.
Paham, maksudku?
Kau terdengar seperti tak
suka dengan kemajuan teknologi.
Bukan, bukan seperti itu.
Aku suka teknologi. Aku pengguna, bukan? Yang ku permasalahkan adalah kemajuan
teknologi justru membuat peradaban kita menurun. Peradaban, bukan yaa? Haha.
Kita dimanjakan oleh telpon seluler. Daaaan internet. Kau bisa mendapatkan apa
saja darinya. Tapi, mereka juga yang mengambil sisi kemanusiaanmu. Terkadang,
aku merasa hanyalah robot. Rutinitas menjemukan. Diatur ini itu. Dan paling
parah minim sosialisasi.
Tergantung orangnya
menurutku.
Yap. Tergantung orangnya.
0 comments:
Post a Comment