Wednesday, 6 February 2019

PETRIKOR (5)

Bagian ke 5 : Rupanya Kau Belum Membaca Pesanku


Pesanku baru saja terkirim. Aku mengiyakan permintaanmu. 

Hi. Kau sedang apa? Sendirian saja? Oh yah, bagaimana permintaanku? Kau bisa menolongku? Aku bahkan membawa puisiku jika kau ada waktu.

Rupanya kau belum membaca pesanku. Kau juga jelas tak tahu bahwa aku sering seorang diri ke taman ini. Aku senang mencium bau tanah, apalagi sehabis hujan. Aku senang menatap langit dan memperhatikan awan yang senang tak beraturan.

Hi. Aku sendiri, sekadar  menghabiskan waktu. Soal tugasmu, aku tak keberatan. Tapi, aku tak tahu harus menilai bagaimana. Oh yah, kau mau kemana? Kenapa tiba-tiba ada disini?

Aku malu. Aku bahkan sadar suaraku bergetar ketika berbicara. Aku jadi cemburu melihat sikapmu yang bisa sebiasa itu.

Baiklah. Santai saja. Kau hanya perlu memberi nilai dari 1-5 untuk puisiku. Makin tinggi angkanya berarti makin bagus. Oh yah, kita belum berkenalan secara  resmi hehe. Aku petrikor. Rencananya aku mau beli makanan di warung depan.

Begitu. Namaku Rikuh.

Kita berjabat tangan. Setelah itu, aku merasa terbiasa. Mungkin, lewat tanganmu yang lembut, kau telah membagiku energi positif. Ahh, sudah seperti cerita-cerita di novel saja.
 
Share:

0 comments:

Post a Comment