Pesanku baru saja terkirim. Aku mengiyakan permintaanmu.
Hi. Kau sedang apa? Sendirian saja? Oh yah, bagaimana
permintaanku? Kau bisa menolongku? Aku bahkan membawa puisiku jika kau ada
waktu.
Rupanya kau belum membaca pesanku. Kau juga jelas tak tahu bahwa
aku sering seorang diri ke taman ini. Aku senang mencium bau tanah, apalagi
sehabis hujan. Aku senang menatap langit dan memperhatikan awan yang senang tak
beraturan.
Hi. Aku sendiri, sekadar menghabiskan waktu. Soal tugasmu, aku tak
keberatan. Tapi, aku tak tahu harus menilai bagaimana. Oh yah, kau mau kemana?
Kenapa tiba-tiba ada disini?
Aku malu. Aku bahkan sadar suaraku bergetar ketika berbicara. Aku jadi
cemburu melihat sikapmu yang bisa sebiasa itu.
Baiklah. Santai saja. Kau hanya perlu memberi nilai
dari 1-5 untuk puisiku. Makin tinggi angkanya berarti makin bagus. Oh yah, kita
belum berkenalan secara resmi hehe. Aku
petrikor. Rencananya aku mau beli makanan di warung depan.
Begitu. Namaku Rikuh.
Kita berjabat tangan. Setelah itu, aku merasa terbiasa. Mungkin,
lewat tanganmu yang lembut, kau telah membagiku energi positif. Ahh, sudah
seperti cerita-cerita di novel saja.
0 comments:
Post a Comment