Teruntuk kekasihku di masa depan.
Aku sedang menunggu pesanan kopiku ketika membaca salah satu tulisan yang sepertinya bagian dari buku yang akan terbit dari sebuah penerbit buku di Jogja. Aku tersenyum membacanya, memutuskan membakar sebatang rokok dan bergegas pulang untuk menulis tulisan ini.
Entah kenapa, akhir-akhir ini pernikahan selalu bersinggungan akrab denganku. Seperti kemarin, seorang teman bertanya di usia berapa aku akan menikah. Ku jawab saja 25 tahun. Seperti usia ibu dan ayahku ketika memutuskan menikah. Tapi, dengan catatan aku sudah memiliki pekerjaan tetap dan tentu saja, kamu, kekasihku di masa depan sebagai teman hidupku.
Aku sebenarnya sudah ditawari seorang teman untuk menjadi asisten pada sebuah badan usaha di bidang musik miliknya tahun depan. Tapi dilihat saja, semampu apa kami membangun usaha tersebut. Sebagai sampingan, aku sedang menjalankan bisnis jasa yang terkadang membuatku tersenyum. Tersenyum karena aku seperti sedang menguji Tuhan. Aku percaya di saat bisnis sedang baik-baiknya itu semata karena ku mendekati Tuhan. Lalu, aku sengaja melakukan larangannya hanya untuk melihat apakah aku masih diberi nikmat ketika ku sengaja menantangnya. Benar saja, bisnis menjadi kurang baik meski pada akhirnya kembali baik ketika aku bermohon ampunan dan mendekatinya sekali lagi. Tetapi tentu saja, sedekat apapun dengan Tuhan, yang namanya usaha ada fluktuasinya.
Aku memang masih sangat labil. Mungkin dipengaruhi banyaknya golongan teman yang ku gauli saat ini. Tapi yang pasti, aku masih sangat senang memenuhi story whatsapp hanya untuk menuliskan apa yang terlintas di kepalaku. Aku masih sangat senang mengeluhkan hal-hal yang terjadi di luar kemauanku. Aku masih sangat senang melihat karakter orang dari satu dua kata yang ku lontarkan untuk membaginya ke dalam golongan sekadar haha dan golongan orang yang bisa ku anggap sefrekuensi.
Entah siapapun dan bagaimanapun dirimu nanti, masih ada waktu 2 tahun atau bahkan lebih untukku melakukan hal-hal menyenangkan hingga akhirnya bertemu denganmu. Tak ada hal menarik yang bisa ku janjikan selain berusaha semaksimal mungkin agar nantinya menjadi teman hidup yang tidak menyebalkan bagimu.