Mungkin kau tahu, aku tak pernah mempermasalahkan jika harus sendiri ke coffeeshop. Karena bagiku, itu adalah saat perenungan. Saat dimana aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam sekadar meminum kopi, mendengar musik juga rokok-an. Saat dimana aku bisa menatap langit yang menawarkan keindahan dan ketenangan. Saat dimana aku bisa menulis apapun termasuk tentangmu dengan penuh kekhusyukan.
Meski terkadang ku berpikir, andai saja ku bisa menentukan sendiri jalan ceritaku. Andai saja kau bisa menemaniku menonton konser band favoritku. Andai saja kau bisa meluangkan waktu membaca novel bersamaku. Andai saja kau bisa menemaniku untuk sekadar memenuhi kebutuhan kafein harianku. Andai saja, andai saja.
Sudah berapa tahun sejak saat itu? Saat kita saling melempar senyap dan
berpura-pura tak saling melihat. Saat dimana ku tulis salah satu
puisi favoritku hello awkward ku sapa rasa canggung yang mekar di kepala. Saat dimana untuk menanyakan kabar pun harus
melalui proses hapus dan tulis ulang.
Entah kenapa, sejak saat itu, aku jadi sangat senang dengan bunga mawar. Mungkin saja karena mawar melambangkan cinta dan keromantisan. Mungkin saja karena mawar sangat sering digunakan band emo dan punk sebagai artwork lagu cinta. Atau mungkin saja karena sisi sensitifitas dan femininku.
Sebagai penutup, diantara banyak kata yang kutulis dari perenunganku kali ini, kau perlu tahu satu hal, masih bisa melihatmu mengangkat tangan dan membentuk ikon peace sambil tersenyum sungguh sangat membahagiakan. Apa lagi yang lebih membahagiakan dari itu?
0 comments:
Post a Comment