Aku tak bisa membayangkan seperti apa dirimu. Apakah gadis periang berambut pendek yang memungkinkan kita bercanda saling menjambak rambut? Apakah punk-girl yang mengenakan tindik dan memudahkan ku mengajakmu nonton band-band kesukaan ku? Apakah gadis alim yang menuntut ku lebih giat beribadah? Ataukah justru temanku dan membuat kita tertawa tentang cara Tuhan menunjukkan pilihan.
Saat ini kamu mungkin sedang belajar dan mempersiapkan diri untuk penerimaan pegawai negeri sipil selanjutnya. Atau mengerjakan hal-hal menyenangkan seperti membaca buku, berolahraga bahkan main game seperti milenial lainnya. Lakukan saja. Lakukan semua yang menurut mu bisa membuat hidupmu lebih berarti ketimbang sibuk overthinking tiap lepas pukul 12 malam.
Semoga saja kamu sedang tidak terpuruk akan sebuah kegagalan. Aku tahu itu tidak semudah mengatakan, kau bisa, bangkitlah dan kata-kata lainnya yang sering diucapkan. Aku pun pernah di posisi itu. Sering malah. Sepakbola, basket, musik bahkan tugas kuliah pun pernah membuatku berpikir aku tak cukup berguna. Tapi, aku percaya, kau pasti bisa. Berdamailah dengan kegagalan mu meski kelak ia sering mengunjungimu lagi. Berdamailah dengan dirimu sendiri karena hanya kau yang bisa melakukan itu.
Entah seperti dan siapapun kamu, aku takkan bergesa menemui mu. Ikuti saja alurnya, alur terindah.
0 comments:
Post a Comment