Ku tunduk seolah tak tahu.
Tatapan temanmu ketika melihatku atau pertandanya terhadapmu ketika kita
berpapasan. Pun senyummu tertahan yang
kulihat dari cermin besar yang kau lewati. Katanya, namamu Petrikor. Mahasiswi
Sastra. Aku tahu namamu dari temanku. Sebenarnya, aku sudah memperhatikanmu
sejak lama. Jadi, mencari tahu tentangmu
adalah hal lumrah. Aku juga tahu tentang waktu senggang yang sering kau habiskan
dengan membaca novel. Atau membuat puisi. Atau pantai yang selalu kau anggap
sebagai tempat terbaik bermelankoli.
Aku sering menunggumu lewat di depan kelasku dengan duduk di
bawah pohon besar itu. Bermain gitar dan seolah tak peduli. Tetapi, telingaku fokus
penuh merekam suaramu. Terutama suaramu ketika tertawa. Entah mengapa, aku
lebih senang ketika mendengarmu tertawa dibanding sekedar berbicara.
0 comments:
Post a Comment