Tuesday, 23 January 2018

Baru Saja Kulayangkan Tuntutan Padamu Tuhan

Baru saja kulayangkan tuntutan padamu Tuhan. Kau yang memegang pundak kuasa, sekali lagi memburukkan segala.

Untuk apa kau memberitahuku kehadiran dia, dia dan dia?
Untuk apa kau tambah tokoh yang menari di amygdala?
Debar saja cukup untuk mengisi segala ruang di kepalaku.
Tak usah mereka!
Tak usah di tambah lagi!

Kata-Mu, kutitipkan ciptaanku. Lalu untuk apa dia, dia, dan dia? Tak cukupkah aku seorang saja? Mungkin, kata-Mu itu sekedar ingin menyenangkanku saja.

Sudahlah!
Kukirim pengacara terbaikku.
Ku memboikot kehadiran-Mu.
Share:

0 comments:

Post a Comment