Sunday, 14 January 2018

JEDA



/

Sebab aku tak abadi
Maka kutulis kau dalam sebaris puisi
Dibaca berulang kali
Diucapkan kembali

Kisahmu abadi.
...

Mendung tak selamanya sendu. Kata langit penuh sore ini. Tak ada beburung yang terbang, pun benda-benda langit lainnya. Sepenuhnya abu-abu. 

Sedang aku duduk diam di dekat pintu, jariku mengabadikanmu lewat coretan puisi dan gambar aneh. Sudah lama tak melakukan hobby yang bukan keahlianku. 

Dalam beberapa hal, aku memang senang dengan kediamanku. Sebut saja, waktu intim dengan batin. Duduk di pojok ruang dengan segelas kopi dan buku, tercukupilah kemewahan sederhanaku. 

Ingatan tentangmu tak sepenuhnya menggebu sore ini. Mungkin saja, amygdala butuh jeda. Membiarkan sel-sel otak memperbarui semangatnya lalu sepenuhnya tentangmu kembali. 


Tentangmu
biarlah aku
pelan
merambat
berkelanjutan


Share:

0 comments:

Post a Comment