Friday, 5 January 2018

DEBAR (3)


Rupanya kau menjalar terlalu dalam. Menari-nari di amygdala. Memanggil-memanggil. Meninggalkanku mencari-cari. 

Angin tak lagi memberi kabar. Elang terbang entah ke negeri apa. Abu sisa bara telah hilang ke udara.

Rindu mengetuk-ngetuk. Minta disegerakan padamu. Lalu bagaimana? Menanyakan kabar saja nyaliku ciut. Malu menggebu.

Sutradara itu juga entah kemana. Ia tak lagi semena meminta kau berubah peran. Atau menarikmu ke taman bunga matahari.

Terpakur. Lantah. Sayangnya aku hanyalah tokoh. Tak punya kuasa. Andai sutradara, sudah pasti kita selamanya berada di orbit yang sama. 

Kau benar terlalu beresiko. Membuka pintu pada rindu untuk segera masuk pun butuh bantuan semesta. Menunggu tangan putihnya menulis dialog kita. Menunggu segala kemungkinan-kemungkinan.






Share:
Location: Makassar, Makassar City, South Sulawesi, Indonesia

0 comments:

Post a Comment