Pesan yang di tunggu akhirnya datang juga. Kurang 5 menit jam 8
malam. Kau mengucap maaf sekaligus perpisahan. Kurang sebulan bersama dan
sebuah lembaran kisah di tutup sudah.
Takkan ku sebut ini sebuah kisah
romantika. Tak ada status semu yang mengikat. Hanya kau dan aku bersama.
Berbagi tawa dan perhatian, serta singgungan gaya hidupmu olehku.
Malam minggu terakhir kita berada
di tempat berbeda. Kau dan pacarmu di sebuah club. Aku dan teman-temanku di
sebuah café. Kita dekat, dan saling mengabari. Sayangnya, kau memutus janji
yang kau buat. Dan marahku tentunya. Kemudian janji temu keesokan harinya.
Siang setelah bujukanmu aku
menuju tempat favorit itu. Mengutuk hujan yang turun. Menangisi bosan lama
menunggu. Kau tak datang. Dan tak ada pesan permintaan maaf. Hingga malam ini
ketika ku tulis kisah ini, 5 menit sebelum jam 8 dan kau mengucap maaf
sekaligus perpisahan.
Kita tak memulai kisah romantika,
hanya berbagi tawa dan perhatian. Kau, Ilios yang bergaya British, mungkin
takkan membagi kabar lagi. Atau potret di malam suntuk. Pipi yang ku sentuh
halus. Lembut tanganmu menyentuh pinggangku. Dialeg yang kaku.
Aku mengucap maaf. Aku menampung
rindu. Dan jika kau membaca tulisan ini, mungkin inilah surat terakhirku.
Untukmu. Jangan lupakan pesanku, terima kasih untuk waktu berhargamu.
Dariku yang takkan melupakanmu.
Tokio.

0 comments:
Post a Comment