Friday, 12 May 2017

Pos Waktu



Lintasan waktu yang terus selurus laju, tak pernah lupa menyisipkan pos rindu di setiap pergerakan orbitalnya.Ya. Rindu denganmu dan waktu yang ku habiskan bersamamu. Rindu tatapan matamu yang selalu spesial karena pada rutinitasnya kau menggambarkan kepribadian berbeda. Dan tentunya, rindu senyum malumu yang tertahan, ketika kau memberiku waktu menunggu cukup lama sebelum akhirnya bertemu di labirin buku pusat perbelanjaan.

Ini hari yang panjang untuk merasakan kebosanan, dan satu-satunya kesenangan ketika kau kembali menyapa, memberikan senyum perantara pos rindu yang waktu sampaikan padaku. Untuk kenanganmu telah di sisipkan memori khusus, memori terbesar yang ku sebut mayor. Ada keabadianmu dalam sejumlah lagu, ada keharusan untuk tak melupakan.

Untuk kita yang dulu di perjuangkan memang telah usai. Sosok aku dalam kita telah ku titipkan pada sosoknya yang berdiri di sampingmu. Tak ada penyesalan,  tak ada pembahasan untuk sekedar bertegur sapa, kita terperangkap dalam kekakuan mendalam.

Aku masih bisa memperbarui sentuhan tanganku di pipi putihmu, hanya saja itu tak lagi berarti. Kehadiranmu perantara pos rindu paling tidak memperbarui ingatanku tentang senyum tertahanmu di sore itu, sore ketika terakhir kali kau menghabiskan waktu bersamaku.
Share:

2 comments: