Saturday, 18 March 2017

Surat Untuk Ilios #2


Ini adalah tempat kesukaanku. Untuk otak yang lama tak di jejali bacaan, untuk suasana sepi dan minuman dingin yang mengundang memoir. Sudah lama ku tak menulis semenjak paragraph tentang Cahaya yang berakhir di 3000-an kata. Dan hadirmu, yang duduk bosan di sampingku memberiku sesuatu yang baru.

Ku tahu kau menatapku ketika membaca serie Detektif karya Robert Galbraith. Atau ketika kau mencoba menarik perhatian dengan membolak-balik komik Conan yang mulai lusuh itu. Sayang, sedikit banyak ku telah mengetahuimu semenjak tatapan di malam pertama itu. Baik kebiasaan burukmu yang takkan ku tulis, atau tentang kekasihmu yang coba kau tutupi.

Aku cukup bahagia ketika kau menutup mata dan membiarkan tanganku menyentuh pipi tirusmu. Atau potret dirimu yang kau kirimkan di malam suntuk. Dan seperti yang ku tulis dalam surat pertamaku, aku takkan menuntut status hubungan. Aku hanya menuntut sedikit perubahan dalam gaya hidup. Aku pun tak yakin tentang ada-tidaknya rasamu padaku. Setidak-yakin mampu-tidaknya diriku menghapus senyum Cahaya di sudut mataku.

Dariku yang menunggu pertemuan selanjutnya denganmu.

Tokio.
Share:

0 comments:

Post a Comment