Ini adalah tempat
kesukaanku. Untuk otak yang lama tak di jejali bacaan, untuk suasana sepi dan
minuman dingin yang mengundang memoir. Sudah lama ku tak menulis semenjak
paragraph tentang Cahaya yang berakhir di 3000-an kata. Dan hadirmu, yang duduk
bosan di sampingku memberiku sesuatu yang baru.
Ku tahu kau menatapku ketika
membaca serie Detektif karya Robert Galbraith. Atau ketika kau mencoba menarik
perhatian dengan membolak-balik komik Conan yang mulai lusuh itu. Sayang, sedikit
banyak ku telah mengetahuimu semenjak tatapan di malam pertama itu. Baik
kebiasaan burukmu yang takkan ku tulis, atau tentang kekasihmu yang coba kau
tutupi.
Aku cukup bahagia ketika kau
menutup mata dan membiarkan tanganku menyentuh pipi tirusmu. Atau potret dirimu
yang kau kirimkan di malam suntuk. Dan seperti yang ku tulis dalam surat
pertamaku, aku takkan menuntut status hubungan. Aku hanya menuntut sedikit
perubahan dalam gaya hidup. Aku pun tak yakin tentang ada-tidaknya rasamu padaku. Setidak-yakin
mampu-tidaknya diriku menghapus senyum Cahaya di sudut mataku.
Dariku yang menunggu pertemuan
selanjutnya denganmu.
Tokio.

0 comments:
Post a Comment