Thursday, 9 March 2017

Sebuah Surat Untuk Ilios


Ibadah di penghujung malam ini lagi-lagi tak menemui kata khusyuk. Kali ini, terlintas keinginan untuk menulis tentangmu. Wanita yang hampir ku unfollow di jejaring sosial, wanita yang baru lepas dari pingitan, nampaknya.

Ku panggil kau dengan nama yang kau benci. Ku tegur kau karena style mu yang terlalu British. Dan seperti yang kau katakan, ada perubahan jelas dari sikapmu seiring perubahan status ke-pelajaran.

Ku tahu kau sebenarnya anak yang baik. Ku tahu sesungguhnya kau anak yang penurut. Hanya saja ada beberapa hal yang takkan ku tulis yang menjadikanmu berubah.

Pun tak ku salahkan sesuatu yang menutupi pijar matamu. Atau sulam bibirmu yang kemerahan itu. Kau hanya kurang perhatian, kau butuh sesuatu lebih dari sekedar ucapan sayang.

Andai saja semua tulisanku ini salah. Atau terlampau lancang ku menilaimu. Maafkanlah. Aku hanya tak mampu melihatmu di tatap erotis oleh pria-pria itu.

Aku hanya sayang. Bukan sesempit kita terikat dalam status hubungan. Tapi, cukup melihatmu terlihat baik di mata orang-orang.

Dariku, Tokio yang mengakrabimu beberapa hari terakhir.
Share:

0 comments:

Post a Comment