Sunday, 12 March 2017

Selepas IQ 84





Sebenarnya, aku sangat bersemangat menyambut hari esok. Hari pertama kuliah yang artinya hari pertama ku akan melihatmu lagi setelah hampir 2 bulan lamanya. Meski ku tahu kau pasti tetap dengan sikap pasifmu, aku tetap ingin melihatmu dan duduk di belakangmu, seperti dulu.

Sebelum malam ku tulis semua ini, aku sudah mengirimu pesan setelah sekian lama tak melakukannya. Yeaah, melepas rindu, sebut saja seperti itu. Cinema kemarin menghadirkan siluet wajahmu, atau buku Garis Waktu dan Kepingan kaset Kevin and Redrose yang makin menguatkan tumpukan rindu.

Yang Kemarin masih tetap memilikimu. Dan aku, Tokio yang merindukan Watanabeku, masih enggan untuk melupakanmu. Dengannya kau lebih lama, bahkan ketika denganku kau masih menyimpan rasa yang sama. Namun, aku masih syukuri sedikit cinta yang ku yakinkan itu, dan beberapa kesempatan melihat senyummu seintim dulu.

Aku tak pernah bosan menulis hal yang sama. Pendek-panjang tulisanku tentangmu mungkin sudah bosan di baca oleh mereka yang sempat membaca. Atau lelah otakku menggali terus-menerus kenangan yang sama. Bagiku, mengingat semua tentangmu adalah rasa nyaman. Dan, melupakan tentangmu adalah sebuah kesalahan.

Dariku, yang tahu kau takkan membaca tulisan ini.
Tokio.

Share:

0 comments:

Post a Comment