Sebenarnya, aku sangat
bersemangat menyambut hari esok. Hari pertama kuliah yang artinya hari pertama
ku akan melihatmu lagi setelah hampir 2 bulan lamanya. Meski ku tahu kau pasti
tetap dengan sikap pasifmu, aku tetap ingin melihatmu dan duduk di belakangmu, seperti
dulu.
Sebelum malam ku tulis semua ini,
aku sudah mengirimu pesan setelah sekian lama tak melakukannya. Yeaah, melepas
rindu, sebut saja seperti itu. Cinema kemarin menghadirkan siluet wajahmu, atau
buku Garis Waktu dan Kepingan kaset Kevin and Redrose yang makin menguatkan
tumpukan rindu.
Yang Kemarin masih tetap memilikimu. Dan aku, Tokio yang merindukan
Watanabeku, masih enggan untuk melupakanmu. Dengannya kau lebih lama, bahkan
ketika denganku kau masih menyimpan rasa yang sama. Namun, aku masih syukuri
sedikit cinta yang ku yakinkan itu, dan beberapa kesempatan melihat senyummu
seintim dulu.
Aku tak pernah bosan menulis hal
yang sama. Pendek-panjang tulisanku tentangmu mungkin sudah bosan di baca oleh
mereka yang sempat membaca. Atau lelah otakku menggali terus-menerus kenangan yang sama. Bagiku, mengingat semua
tentangmu adalah rasa nyaman. Dan, melupakan tentangmu adalah sebuah kesalahan.
Dariku, yang tahu kau takkan
membaca tulisan ini.
Tokio.

0 comments:
Post a Comment