Wednesday, 15 March 2017

Faidah Cinta






Anggun dirimu malam itu.
Leher jenjang dan simpul senyum bibir merah.
Di balut pakaian adat khas Mandar, ku dapati kata Malaqbiq dalam dirimu.
Andi Nurfaidah, dan Faidah Cinta.

Takkan lancang ku ucap kata cinta untuk kedua kali. Meski jelas tersisa guratan senyummu di bilik hati, biarlah aku mengakrabimu lebih dan lagi. Kala itu di sebuah sore, aku terduduk di anak tangga kesekian ketika tak sengaja ku dapati dirimu dan senyum malumu. Dengan jilbab kuning dan pakaianmu yang samar ku ingat, kau berhasil menyentuh titik terlemahku dan mengisi sel-sel ingatanku dengan wajahmu. Harusnya aku sudah mengenalmu karena keberadaan kita di pentas kebudayaan itu selama sepekan.Tapi acuh tak acuhku membuatmu terlewat seperti sekian banyak tokoh lainnya.

Waktu menunjukkan peralihan hari ketika namamu menghiasi notifikasiku. Kau menanyakan keberadaan lagu yang dulu ku cipta untukmu, Faidah Cinta. Lagu yang ku cipta sehari setelah sore itu, atau sekitaran 2 tahun yang lalu.

(Dengar lagunya dengan klik link ini -> https://www.reverbnation.com/mirzhadp/song/22760750-faidah-cinta )

Semenjak ku cipta lagu itu dan mengungkapkan rasa, kita akrab di zona maya. Seperti kali ini ketika kita saling bertukar kabar, bahkan potret dan janji temu suatu hari nanti. Realitanya kita tak sekalipun bertegur sapa, namun ada asa yang mencuat di balik ramah sikapmu.

Bila nyatanya pertemuan 2 tahun yang lalu adalah terakhir kali, datanglah perantara mimpi karena ku ingin menyentuh lembut pipimu, walau hanya sekali. Dengarlah lagu itu, biar kau mengingatku yang penuh tumpukan rindu, pria yang menatapmu di sore sekali 2 tahun lalu.
Share:

2 comments: