Anggun dirimu malam itu.
Leher jenjang dan simpul senyum bibir merah.
Di balut pakaian adat khas Mandar, ku dapati
kata Malaqbiq dalam dirimu.
Andi Nurfaidah, dan Faidah Cinta.
Takkan lancang ku ucap kata cinta
untuk kedua kali. Meski jelas tersisa guratan senyummu di bilik hati, biarlah
aku mengakrabimu lebih dan lagi. Kala itu di sebuah sore, aku terduduk di anak
tangga kesekian ketika tak sengaja ku dapati dirimu dan senyum malumu. Dengan
jilbab kuning dan pakaianmu yang samar ku ingat, kau berhasil menyentuh titik terlemahku
dan mengisi sel-sel ingatanku dengan wajahmu. Harusnya aku sudah mengenalmu
karena keberadaan kita di pentas kebudayaan itu selama sepekan.Tapi acuh tak acuhku
membuatmu terlewat seperti sekian banyak tokoh lainnya.
Waktu menunjukkan peralihan hari ketika namamu menghiasi notifikasiku.
Kau menanyakan keberadaan lagu yang dulu ku cipta untukmu, Faidah Cinta. Lagu yang ku cipta sehari setelah sore itu, atau sekitaran
2 tahun yang lalu.
(Dengar lagunya dengan klik link ini -> https://www.reverbnation.com/mirzhadp/song/22760750-faidah-cinta )
(Dengar lagunya dengan klik link ini -> https://www.reverbnation.com/mirzhadp/song/22760750-faidah-cinta )
Semenjak ku cipta lagu itu dan
mengungkapkan rasa, kita akrab di zona maya. Seperti kali ini ketika kita
saling bertukar kabar, bahkan potret dan janji temu suatu hari nanti.
Realitanya kita tak sekalipun bertegur sapa, namun ada asa yang mencuat di
balik ramah sikapmu.
Bila nyatanya pertemuan 2 tahun
yang lalu adalah terakhir kali, datanglah perantara mimpi karena ku ingin
menyentuh lembut pipimu, walau hanya sekali. Dengarlah lagu itu, biar kau
mengingatku yang penuh tumpukan rindu, pria yang menatapmu di sore sekali 2
tahun lalu.

asikk
ReplyDeletemakasih bro
Delete