Tuesday, 25 October 2016

Ku terikat, ku di bebaskan.

Ku terikat, ku di bebaskan.
Pada cerita lama, pada yang baru itu.

Ku terikat,
Citra dan gambaranku, keluargaku.
Pada ikrar yang di sebut cinta,
Sentuhan lembut di sanibiru
Aku-kamu kita harapan.

Ku di bebaskan,
Pada yang baru itu,
Aku malu menanti rindu
Tangan lembut yang ku genggam,
Lirikan diam di perjumpaan,
Dia dan perasaan.

Dhik,
Tak pernah ku sebut namamu.
Kecuali perkenalan itu,
Kau tak ku tatap,
Tapi auramu meresap,
Dalam dan dalam,
Kau seretonin dalam otak,
Pada yang baru itu.

Say,
Jangan marah.
Kau yang baik, aku yang buruk.
Buruk untuk mencinta pada setiap wanita
Tapi tak ku ucap cinta, selain padamu,
Dan wanita sebelummu.

Malam gelap tahu
Dan malam sebelumnya
Juga sebelumnya lagi
Mataku tak menutup lama
Ada wanita dalam bayang
Menari gemulai dengan senyum di ujung merah
Aku di kuasai,
Mantra di tiupkan,
Otakku histeria.

Dhik-Say,
Aku terikat, aku di bebaskan.
Pada cerita lama, pada yang baru itu.
Meski ku tahu,
Histeria,
Selalu terjadi pada yang baru itu.
Share:

0 comments:

Post a Comment