/ bayangku
Sedari malam ku bayangkan ini
duduk bersila di kursi tepi
pulpen dan buku ku amati
oh konvensional
akulah peniru
baca lalu perbarui
bahasakan sendiri
bahasaku
biasalah seluruh
telanjangku telanjang
bukan bilang begini maksudnya begitu
puisiku, harfiah puisi
kubayangkan aku,
duduk bersila di kursi tepi.
/ potret merindu
ia cubit pipinya
senyum kegirangan
di apit berdua
di jok tua
apitnya satu
jauh merindu
apitnya dua
beda nuansa
asalnya tawa
ini itu sama saja
siang tidur
malam terjaga
apa saja
apit bertiga
Sedari malam ku bayangkan ini
duduk bersila di kursi tepi
pulpen dan buku ku amati
oh konvensional
akulah peniru
baca lalu perbarui
bahasakan sendiri
bahasaku
biasalah seluruh
telanjangku telanjang
bukan bilang begini maksudnya begitu
puisiku, harfiah puisi
kubayangkan aku,
duduk bersila di kursi tepi.
/ potret merindu
ia cubit pipinya
senyum kegirangan
di apit berdua
di jok tua
apitnya satu
jauh merindu
apitnya dua
beda nuansa
asalnya tawa
ini itu sama saja
siang tidur
malam terjaga
apa saja
apit bertiga

