Saturday, 9 December 2017

Soneta Dua

/ bayangku

Sedari malam ku bayangkan ini
duduk bersila di kursi tepi
pulpen dan buku ku amati
oh konvensional

akulah peniru
baca lalu perbarui
bahasakan sendiri
bahasaku

biasalah seluruh
telanjangku telanjang
bukan bilang begini maksudnya begitu
puisiku, harfiah puisi

kubayangkan aku,
duduk bersila di kursi tepi.

/ potret merindu

ia cubit pipinya
senyum kegirangan
di apit berdua
di jok tua

apitnya satu
jauh merindu
apitnya dua
beda nuansa

asalnya tawa
ini itu sama saja
siang tidur
malam terjaga

apa saja
apit bertiga
Share:

0 comments:

Post a Comment