Seperti biasa ketika bangun cukup pagi, saya melakukan ritual bebacaan sambil ngeteh. Tapi jauh sebelum itu, saya biasanya mengalami proses bengong dan menatap hp cukup lama. Dalam proses bengongan atau bebacaan ini biasanya saya mendapat ide ataupun renungan.
Mungkin, Tuhan sedang ngasih kode?
Begitu pertanyaan yang tiba-tiba terlintas dalam benak saya pagi ini. Akhir-akhir ini saya sedang telat-telatnya bangun dan mengabaikan sholat shubuh. Beberapa kali juga tidur maghrib dan bangun di waktu isya. Sudah cukup jauh bukan dari Tuhan? Belum lagi tentang, ada ruang kosong dalam hati saya. Ingat dan mengerti maksud saya dalam tulisan berjudul Saya sedang dekat dengan Kematian? Itu baru urusan agama.
Kini sosial. Minggu lalu saya memulai kelas gitar dengan mentor seorang yang jauh dari apa yang selama ini saya perjuangkan. Beliau berkata, Saya benci indie (indiependet). Mereka terlalu membuang-buang waktu dan materi. Semua hal mulai dari menulis, rekaman, latihan di studio hingga publikasi dilakukan sendiri. Tapi, karena jauh-jauh hari saya sudah diajarkan oleh teman yang merupakan guru saya tentang seberapa berat dan banyak cobaan dari apa yang saya pilih ini, yang mentor saya katakan cuma saya respon dengan anggukan dan senyum. Curi ilmunya, jangan ideologinya. Saya lagi-lagi berpikir, ini kode Tuhan, mungkin? Mengirim mentor saya sebagai kode betapa saya jauh dari-Nya sekaligus cobaan seberapa teguh saya dalam melakukan apa yang selama ini saya perjuangkan. Dalam hal lain, saya merasa seorang teman dekat sedikit tersinggung dengan candaan saya. Dan memberitahu fakta tentang saya yang bermain dengan harapan-harapan sendiri. Yang tersirat, sudahi saja. Bukankah pemuka agama sering berkata dekati Tuhanmu dan Ia akan memberimu semua yang kau mau, apalagi hanya kebahagiaan duniawi? Akh, betapa dekat saya dengan semua kebalikan-kebalikan.
Sudah berpikir tentang seberapa dekat hubunganmu dengan Tuhan akhir-akhir ini?
0 comments:
Post a Comment