Wednesday, 18 October 2017

Teman Berbicara

Pada dasarnya pasangan yang ku idamkan itu sederhana. Teman berbicara. Karena aku percaya, teman berbicara yang baik adalah teman berbicara yang bisa di ajak membahas apa saja. Kencannya mudah saja. Ku ajak kau ngopi di coffeeshop lalu menghabiskan 2-3 jam dengan cangkir-cangkir kopi. Unsur lidah tercukupi, kasih sayang terpenuhi. 

Aku percaya, menghabiskan waktu untuk berbicara bisa menghasilkan banyak hal. Kita bisa saling mengenal lebih jauh dari dialog santai di siang terik. Atau berbagi masa lalu di malam dingin. Tak masalah, membuka hati menurutku adalah siap berbagi masa lalu, menjalani hari ini dan berkomitmen untuk masa depan. 

Sayangnya, tulisan ini adalah pertanda bahwa pencarian teman berbicaraku belum juga usai. Atau bahkan, stagnan di tempat. Pasti dan ketidakpastian sama-sama berkekurangan. Lalu apa? Lingkaran pergaulanku begitu-begitu saja. Dan kemungkinan mendapatkan yang pas juga begini-begini saja. 

Berharap saja pada tuah Tuhan. Entah bagaimana akhirnya, aku di pertemukan pada lawan berbicara di coffeeshop langganan. Semoga saja, ia segera datang. Ada banyak hal yang mau ku curahkan.
Share:

0 comments:

Post a Comment