Untuk pertama kali aku datang ke tempat lama. Store pertama, yang kedua lagi renovasi. Untuk pertama kali setelah sekian lama akhirnya kopitalisme juga. Kembali ke coffeeshop, Coffetalist. Dulu, jatuh cinta sama espresso dan campuran susu segar serta 1 bahan yang ku lupa saat bartendernya masih si Gaung Bartender Wanita. Bukan nama asli, tapi ku namakan. Kopitalisme, tak hanya mengecap kopi lama, tapi coba memanggil si peracik pertamanya, anggap saja seperti itu.
Kali ini The Beatles Red Album CD 1. Sepotong potret kopi dan laptop, Serotonin juga. Terakhir melihatnya ketika cappuccino siang saat koneksi internet sedang buruk. Lalu ku tatap ia yang malu-malu membenarkan keran air dan berkata polos tak tahu cara memperbaikinya. Aku juga. Satu-satunya penyesalan adalah tak pernah ada percakapan lama. Ia menyambut dengan ucapan selamat datang, meletakaan pesanan dan mempersilahkan. Beberapa curi pandang. Aku yang kebanyakan fokus membaca buku atau sekedar ngeblog. Ia yang menatap hape lama. Kebanyakan kami berdua saja, membisu malu.
Kini ia resign karena melanjutkan bisnis orangtua. Juga tempat lama yang lagi renovasi. Kini masih Coffeetalist dengan bartender berbeda, teman sesama calon bartender waktu itu. Kopitalisme. Rasa lama, memanggil ia yang entah saat ini berada dimana.
picture from google.

0 comments:
Post a Comment