Sunday, 26 August 2018

(Ini Tidak Pernah) Berakhir

Aku melihat semuanya. Sapaan canggung pagi hari. Awan yang berkompromi dengan langit. Teriakan Kurt di hampir seluruh perjalanan. Kopi yang tumpah di sepatu biru. Diarimu di hari terakhir perjalanan. Bahkan, rokok terakhir yang kau matikan. Bukankah semua tercetak jelas dari tatapan yang sengaja kau hindari? 

Aku bisa melihat semuanya. Tentang lelap yang kau hilangkan. Tentang nafas berat. Tentang nada yang menggema dipikiranmu di sepertiga malam. Tentang bacaan sebagai pengalihan. Bukankah penyangkalan adalah kebenaran yang diabaikan?

Aku tahu. Kau tahu. Kita adalah senyap yang saling menghujam. Tapi, mengapa? Bukankah yang kau cemaskan telah terjadi? Lantas, mengapa tak berbagi saja? Katamu, mengapa berbagi kecemasan?

Tuhan sedang membuka tangannya. Tak ada yang lebih baik dari ini. A story to tell. Katamu. Katamu. Katamu.
Share:

0 comments:

Post a Comment