Wednesday, 14 December 2016

Heartisme

Entah  pelomina atau apa namanya. Aku tiba-tiba teringat pada Minke dan Annelisse-nya. Minke si pelomina, pria yang biasanya mampu menaklukan wanita dalam sekejap mata, tak berdaya di hadapan Annelise. Aku yang selalu meninggalkan wanita di tengah kebosanan setelah beberapa bulan, gagal dalam beberapa kisah terakhir.

Dan kau, yang ku harap tinggal mengutarakan rasa di bentur tembok tinggi, hempaskan rasa ke jurang dalam. Aku tenggelam, dan setelah ini semua tak lagi sama. Tentang kekakuan dan ketidakmampuan menatap matamu lagi.

Kau yang bersembunyi ketika melihatku, dan tersipu ketika ku melihatmu. Bisikan sahabatmu ketika ku datang di acara itu, dan keengganan ku melihatmu karena alasan tertentu. Semua definisi cinta yang ku tahu sudah kau isyaratkan, namun akhirnya ku kembali menahan napas dan meninggalkan beban berat di otak, kau lebih dari pikiran yang selalu teringat.

Aku bukan minke, tapi kami sama-sama pelomina. Aku bukan Minke, dan ku lupa cara mengartikan isyarat cinta.
Share:

0 comments:

Post a Comment